قَالَ هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيْمٌ ٤١
Qāla hāżā ṣirāṭun 'alayya mustaqīm
Artinya: Allah berfirman, "Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku;
Note: Tafsir Surah Al-Hijr ayat 41 ini diambil dari Kitab Tafsir Kabir, Karya Hazrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. (Urdu dan Arab). Dalam kitab aslinya penomeran ayatnya berbeda satu ayat, karena bismillah dihitung sebagai ayat pertama.
Dua Makna هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ
Allah sebelumnya telah memberitahukan bahwa hamba-hamba yang Dia sucikan dan pilih, mereka diselamatkan dari kendali Setan. Sekarang, Allah Ta'ala menjelaskan bagaimana hamba-hamba ini menjadi benar-benar shaleh dengan berfirman:
هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ
"Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku.
Artinya, adalah tanggungjawab-Ku untuk membimbing mereka ke jalan-Ku.
هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ artinya Menunjukkan Jalan Melalui Ilham
"Aku akan menunjukkan jalan-Ku kepada mereka melalui wahyu dan ilham. Dan ketika Aku menunjukkan jalan-Ku kepada mereka melalui ilham, mereka akan sampai langsung kepada-Ku dan tidak dapat menyimpang dari jalan-Ku ke jalan Setan."
Dengan pemahaman ini, penafsiran firman-Nya, قَالَ ہٰذَا صِرَاطٌ عَلَیَّ مُسۡتَقِیۡمٌ "Inilah jalan yang lurus menuju kepada-Ku," dapat dipahami sebagai berikut:
Inilah jalan yang lurus dan penjelasannya berasal dari-Ku. Artinya, hamba-hamba Allah yang mukhlis tidak hanya mengandalkan akal budi mereka dalam mencari jalan Allah, karena siapa pun yang hanya mengandalkan akal budi dalam pencarian ini akan jatuh ke dalam cengkeraman Setan.
Namun, siapa pun yang Aku sendiri membimbingnya ke jalan-Ku tidak dapat dipengaruhi oleh pengaruh Setan, karena Aku sendiri yang memelihara dan melindunginya. Mereka datang kepada-Ku secara langsung tanpa tersesat ke sana kemari.
Makna lain dari ayat ini bisa juga berarti, bahwa hamba-hamba terpilih dan mukhlis menemukan-Ku dengan segera dan tidak lagi tersesat dalam pencarian mereka kepada-Ku. Artinya, mereka bukanlah termasuk orang-orang yang menempuh jalan kepada-Ku, sehingga mereka masih rentan terhadap Setan yang merenggut mereka sebelum mereka sampai kepada-Ku.
Tetapi, hamba-hamba pilihan-Ku ini - setelah menerima wahyu dan ilham dari-Ku - menempuh jalan yang pasti menuju kepada-Ku. Artinya, mereka telah memperoleh karunia dan kedekatan-Ku, dan mereka menghabiskan sisa hidup mereka dengan berusaha meniru sifat-sifat ilahi, satu demi satu. Bagaimana mungkin Setan dapat mendekati hamba-hamba yang begitu dekat dengan-Nya?
Allah Ta'ala telah telah menunjukkan di sini bahwa satu-satunya sasaran tersesat dari jalan lurus adalah orang-orang yang masih dalam proses mencari. Orang yang telah mencapai Allah dan menemukan-Nya hanya berupaya untuk lebih dekat kepada-Nya, dan mustahil bagi Setan untuk menggoda dan menyesatkannya, karena bagaimana mungkin seseorang mengingkari apa yang telah dilihatnya dengan mata kepala sendiri dan apa yang telah dialaminya sendiri?

0 Comments