
قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ ٣٩ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ ٤٠
Qāla rabbi bimā agwaitanī la`uzayyinanna lahum fil-arḍi wa la`ugwiyannahum ajma'īn. Illā 'ibādaka min-humul-mukhlaṣīn
Artinya: Ia menjawab, "Ya Tuhan-ku, karena Engkau telah menetapkan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan kesesatan nampak indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang terpilih dari antara mereka."
Tafsir
Pernyataan ini juga bersifat metaforis, mewakili pikiran tersirat Setan. Pesan yang disampaikan oleh ayat ini adalah bahwa mereka yang awalnya tidak percaya kepada para rasul juga terhalang untuk beriman kemudian karena kekeraskepalaan mereka. Mereka dipenuhi kebencian dan kemarahan atas kegagalan mereka untuk beriman di awal, dan akibatnya, mereka berusaha untuk menghancurkan Jamaah para nabi. Mereka tidak ragu-ragu menyusahkan orang-orang beriman untuk memaksa mereka murtad dari agama mereka.
Allah telah menekankan makna ini di tempat lain dalam Al-Quran, dengan firman-Nya,
تِلۡکَ الۡقُرٰی نَقُصُّ عَلَیۡکَ مِنۡ اَنۡۢبَآئِہَا ۚ وَلَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ ۚ فَمَا کَانُوۡا لِیُؤۡمِنُوۡا بِمَا کَذَّبُوۡا مِنۡ قَبۡلُ ؕ کَذٰلِکَ یَطۡبَعُ اللّٰہُ عَلٰی قُلُوۡبِ الۡکٰفِرِیۡنَ ﴿۱۰۲﴾
Artinya, wahai Muhammad! Itulah kota-kota yang kisahnya telah Kami ceritakan kepada engkau, dan para utusan Kami datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang nyata. Namun mereka kehilangan iman mereka karena mereka ingkar kepada para rasul sejah awal. Allah Ta'ala pun menutup hati orang-orang yang ingkar kepada para nabi.
Alasan Pemimpin Kekafiran (أئمة الكفر) Tidak Beriman
Ayat ini menyatakan bahwa para pemimpin kekafiran (أئمة الكفر) tidak iman karena sejak awal mereka sudah ingkar kepada para nabi. Kemudian mereka menganggap beriman kepada para utusan Ilahi sebagai sumber kehinaan dan rasa malu, sehingga permusuhan mereka meningkat, dan melampiaskan kemarahan mereka dengan menyesatkan orang lain.
Al-Qur'an Mengisyaratkan Upaya-upaya para Musuh Nabi
Makna ini juga disinggung di awal Surah ini dimana dikatakan:
رُبَمَا یَوَدُّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَوۡ کَانُوۡا مُسۡلِمِیۡنَ
Acapkali, hati orang-orang kafir merasa menyesal, seandainya kami beriman sejak awal.
Artinya, betapa menyesalnya orang-orang kafir karena tidak beriman sejak awal, sehingga mereka tidak mesti menghadapi rasa malu dan penghinaan ini. Namun karena kekafiran mereka telah merampas kehormatan ini dari mereka sejak awal, mereka tidak beriman meskipun menyesal; sebaliknya, mereka akan menjadi semakin keras kepala.
لأُغْوِيَنَّهُمْ Mengacu Pada Upaya yang sama yang telah Dilakukan oleh Musuh para Nabi
Adapun tantangan Setan untuk menyesatkan manusia, sebagaimana diungkapkan dalam ayat (ولأغوينهم) "Dan aku pasti akan menyesatkan mereka,. Ini adalah upaya yang sama yang disebutkan dalam Al-Quran dalam kisah Nabi Syu'aib ketika musuh-musuh berkata:
لَنُخۡرِجَنَّکَ یٰشُعَیۡبُ وَالَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَکَ مِنۡ قَرۡیَتِنَاۤ اَوۡ لَتَعُوۡدُنَّ فِیۡ مِلَّتِنَا
"Hai Syu'aib, niscaya kami akan mengusir engkau, dan juga orang-orang yang telah beriman beserta engkau dari kota kami, atau kamu harus kembali ke dalam agama kami." (Al-A'raf: 88).
Dan ayat:
وَقَالَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لِرُسُلِہِمۡ لَنُخۡرِجَنَّکُمۡ مِّنۡ اَرۡضِنَاۤ اَوۡ لَتَعُوۡدُنَّ فِیۡ مِلَّتِنَا
"Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka: 'Niscaya kamu akan kami usir dari negeri kami, atau kemu benar-benar kembali kepada agama kami." (QS Ibrahim: 13).
Seolah-olah para penentang setiap nabi menyatakan: "Karena kami sendiri belum mendapat petunjuk untuk beriman, maka kami juga akan menyesatkan orang-orang beriman." Dan inilah cara musuh-musuh Nabi Muhammad saw sebagaimana Al-Quran menyebutkan tentang mereka, ويريدون أن تضلوا السبيل "Dan mereka ingin kamu sesat dari jalan yang benar" (An-Nisa': 44). Artinya, musuh-musuh beliau di kalangan Yahudi ingin umat Islam murtad dari agama mereka. Demikian pula, disebutkan tentang orang-orang kafir lainnya,
وَلَا یَزَالُوۡنَ یُقَاتِلُوۡنَکُمۡ حَتّٰی یَرُدُّوۡکُمۡ عَنۡ دِیۡنِکُمۡ اِنِ اسۡتَطَاعُوۡا
Dan mereka tidak akan berhenti memerangimu hingga mereka dapat memalingkan kamu dari agamamu jika mereka sanggup. (QS Albaqarah: 217)
Artinya mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai mereka dapat membuat kalian berpaling dari Islam, tetapi Allah Ta'ala pada akhirnya akan menghancurkan kekuatan mereka dan mereka akan dikalahkan.
Inilah kondisi yang terjadi dengan Muslim Ahmadiyah saat ini. Seluruh dunia berusaha menjadikan mereka murtad. Tetapi siapa yang dapat menghancurkan orang-orang yang Allah menghendakinya untuk hidup?
Betapa butanya orang kafir itu! Bukannya menyalahkan diri sendiri karena menolak agama, ia malah ingin melampiaskan amarahnya kepada Allah Ta'ala dengan berkata: "Karena Dia tidak menjadikan aku seorang mukmin, aku tidak akan tenang sampai aku menjadikan hamba-hamba-Nya yang beriman menjadi murtad." Aku berlindung kepada Allah.
0 Comments