SUCIKAN QOLBU (HATI) KUNCI MERAIH NAJAT (KESELAMATAN)





Oleh : Mln. Mubarak Achmad

Modernisasi memberikan manfaat bagi insan namun membawa segunung dampak negatif dalam kehidupan, termasuk kesehatan kita secara Jasmani maupun ruhani.

Di Era modern ini, dalam jasmani kita terdapat banyak penyakit yang muncul dan membahayakan tubuh. Di Indonesia, kita mengetahui banyak penyakit- penyakit mematikan` yang menyerang siapa saja, baik wanita atau laki-laki, tua ataupun muda, dewasa maupun anak-anak. Penyakit tersebut di antaranya; DBD/Demam berdarah Dengue - Diare - Penyakit Liver/hati - AIDS - Darah Tinggi/Hipertensi  - TBC/Tubercolusis pernapasan - Penyakit gula/Diabetes Mellitus - Kanker - jantung koroner -  Stroke.

Begitu pula ruhani kita digerogoti berbagai penyakit, mulai dari 'PENYAKIT TERHADAP ILAHI', misalnya ; Syirik - ingkar perintah Allah dan Rasul-Nya - malas beribadah meninggalkan shalat - merendahkan Alquran, meninggalkan sunah dan hadis - hilang takwa dan tidak takut pada pengawasan Allah sehingga menjalar pada 'PENYAKIT PADA GAYA HIDUP', misalnya; Foya-foya dan hura-hura - mewah dan riya - hidup bebas dan melakukan amal sia-sia - mencintai dunia melebihi cinta akhirat. 

Begitu juga 'PENYAKIT TERHADAP INDIVIDU', misalnya: Khianat dan licik - egois dan rakus  - takabur dan fasik -  dengki dan dendam  - ambisi dan pembangkang - banyak bicara dari pada bekerja dan dusta, sampai menular pada 'PENYAKIT PADA SESAMA INSAN', misalnya; Tidak bertanggung jawab atas ucapan dan kelakuannya - menghasut dan mementingakan diri sendiri - merasa dirinya yang paling benar dan orang lain selalu salah - suka mengeritik dan mencari-cari aib orang lain - menanamkan kebencian terhadap sesama dan menyebarkan hoax juga fitnah.

Masih banyak lagi penyakit-penyakit jasmani dan ruhani yang telah menyebar pada kebanyakan insan. Mustahil kita dapat menghitungnya, karena begitu banyaknya. Bukan lagi satu kerikil menjadi tumpukan bukit, tapi sudah menjadi bukit yang menggunung tinggi bahkan bisa dikatakan tertanam dalam aliran darah yang seakan bukan penyakit yang menghancurkan. Begitu dahsyat virus dan racun yang ditebarkan, para insan yang tidak punya penangkal ditenggelamkan dan mati terkapar. 

Inilah era kita yang merupakan era modern yang serba ada dalam gemerlapnya kehidupan dunia. Pada era ini banyak insan terbuai sampai lupa akan agama dan sang Pencipta-nya. Orang-orang yang seperti ini adalah insan yang mengalami sakit pada qolbunya, akibatnya penyakit melanda jasmani dan ruhaninya.

Qolbu . . . ,  Ya . .  Qolbu ini kunci resepnya. Setiap Insan harus 'SUCIKAN QOLBU (HATI) KUNCI MERAIH NAJAT (KESELAMATAN)'. Insan yang berhasil mensucikan qolbunya, dialah insan yang dapat menjauhkan dan men-delete penyakit yang ada dalam jasmani dan ruhaninya. 

Kunci resep ini sesuai dengan yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw, sebab perkataan beliau adalah wahyu dari Ilahi, sebagaimana Firman-Nya :

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى #   إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى  #عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى

“Dan ia tidak berkata-kata menurut kehendak nafsu-nya sendiri # Perkataannya itu tidak lain melainkan wahyu bersih yang diwahyukan oleh Allah # Tuhan Yang Maha Kuat-Perkasa telah mengajarinya” {QS. An-Najm, 53 : 3-4}.

Insan cerdas sandarannya mengikuti 'INSAN KAMIL WA KHOTAMAN NABIYYIN', siapakah BELIAU ? Ilahi telah menuntun kita melalui Kitab Suci Al-Qur’an, yaitu;

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah, ”Jika kamu mencintai Allah swt, maka ikutilah aku, kemudian  Allah swt akan mencintai dan akan mengampuni dosa-dosamu. Dan, Allah swt. Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

Maksudnya, insan yang mengharapkan najat, dia wajib memenangkan hati Ilahi. Jalan yang harus dilakukan adalah harus memperoleh curahan kecintaan Ilahi, jalan satu-satunya tiada lain hanyalah mengikuti Nabi Muhammad, Rasulullah saw. BELIAU lah INSAN KAMIL WA KHOTAMAN NABIYYIN, jalan penuntun dan panutan insan. Sebagaiman Firman Ilahi :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

Sesungguhnya kamu dapati dalam diri Rasulullah saw, suri teladan yang sebaik- baiknya bagi orang yang mengharapkan bertemu dengan Allah dan Hari Kemudian dan yang banyak mengingat Allah. {QS. Al-Ahzab, 33 : 21}

Rasulullah saw merupakan contoh kemanusiaan yang paling mulia dan model yang paling sempurna dalam keindahan dan kebajikan. Dalam segala segi kehidupan dan watak beliau yang beraneka ragam, tidak ada duanya dan merupakan contoh yang tiada bandingannya bagi umat manusia untuk ditiru dan diikuti. 

Seluruh kehidupan beliau nampak dengan jelas dan nyata dalam cahaya lampu-sorot sejarah. Beliau saw mengawali kehidupan sebagai anak yatim dan mengakhirinya dengan berperan sebagai wasit yang menentukan nasib seluruh bangsa. Sebagai kanak-kanak beliau penyabar lagi gagah, dan di ambang pintu usia remaja, beliau tetap merupakan contoh yang sempurna dalam akhlak, ketakwaan, dan kesabaran. 

Pada usia setengah baya beliau saw mendapat julukan Al-Amin  (si Jujur dan setia kepada amanat) dan selaku seorang niagawan beliau terbukti paling jujur dan cermat. Beliau menikah dengan wanita-wanita, yang di antaranya ada yang jauh lebih tua dari beliau sendiri dan ada juga yang jauh lebih muda, namun semua bersedia memberi kesaksian dengan mengangkat sumpah mengenai kesetiaan, kecintaan, dan kekudusan beliau. 

Sebagai ayah, beliau penuh dengan kasih sayang, dan sebagai sahabat beliau sangat setia dan murah hati. Ketika beliau diamanati tugas yang amat besar dan berat dalam usaha memperbaiki suatu masyarakat yang sudah rusak, beliau menjadi sasaran derita aniaya dan pembuangan, namun beliau memikul semua penderitaan itu dengan sikap agung dan budi luhur. 

Beliau bertempur sebagai prajurit gagah berani dan memimpin pasakan-pasukan. Beliau menghadapi kekalahan dan beliau memperoleh kemenangan-kemenangan. Beliau menghakimi dan mengabil serta menjatuhkan keputusan dalam berbagai perkara. Beliau adalah seorang negarawan, seorang pendidik, dan seorang pemimpin.

Oleh karenanya sudah sepatutnya dalam mengobati penyakit-penyakit jasmani dan rohani yang diderita insan, hanyalah Rasulullah saw yang patut kita ikuti. 

Pada satu waktu diriwayatkan oleh An Nu’man bin Basyirra, Rasulullah saw bersabda :

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

”Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah qolbu /hati”. {Bukhori}. 

Jadi dengan 'SUCIKAN QOLBU (HATI) KUNCI MERAIH NAJAT (KESELAMATAN)'. Sucikanlah qolbu dengan jalan tumbuhkan rasa takut dan cinta terhadap Ilahi, senantiasa ikhlas karena Allah, melangkahkan dirinya dalam ibadah dan taqorrubIlallahserta mencari ridho Ilahi.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang mukmin, ucapkanlah shalawat untuknya dan mintalah selalu doa keselamatan baginya.(QS. Al-Ahdzab, 33 : 56)

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Engkau

اَللَّهُمَّ صَلِّ  عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ
وَ بَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ  كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Ya Allah berilah rahmat kepada Muhammad saw dan para pengikut-pengikut yang setia, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Ibrahim as dan pengikut-pengikutnya yang setia dalam seluruh alam, Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Mulia". {Muslim}

Wassalam

islamdamai

Islam-damai.com adalah situs yang menyebarkan keindahan dan kedamaian Islam. Islam adalah agama cinta dan kasih sayang.

No comments:

Post a Comment