Membela Kehormatan Rasulullah, Apa Harus Dengan Membunuh?

Cara Untuk Membela Kehormatan Rasulullah saw adalah dengan Menyebarkan Perdamaian, Bukan Dengan Membunuh Orang lain.

Dr. Abu Alim


Dua orang bersenjata yang menyerang majalah Perancis Charlie Hebdo malam ini di Paris terdengar mengatakan bahwa kehormatan Rasulullah saw telah terbalaskan setelah mereka menembak dan membunuh dua belas karyawan.

Saya tak habis pikir dan mencoba mencari tahu adakah bagian dari hidupnya atau ajaran Al-Qur'an bagian mana yang mereka gunakan untuk menjustifikasi dan melakukan tindakan biadab dan tidak manusiawi tersebut.

kehormatan Rasulullah saw
Al-Qur'an, wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah saw penuh dengan ayat-ayat yang mengajarkan dan menyerukan kasih sayang. Al-Qur'an menyebutkan dengan tegas bahwa membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Al-Qur'an menetapkan bahwa tidak ada hukuman atas penghujatan dan dengan tegas mendukung kebebasan berbicara, hati nurani dan kebebasan memilih.

Kehidupan Rasulullah saw sendiri adalah lambang pemahaman empatik kepada orang-orang yang berbeda dengan beliau dan jauh melampaui sekedar toleransi belaka. Contoh pribadi beliau adalah seorang yang senantiasa berdoa untuk musuh-musuhnya yang tidak hanya menghina, tetapi telah menganiaya dan bahkan mencoba untuk membunuh beliau. Beliau adalah contoh terbesar dari semua yang kita sebut sebagai humanisme modern dan lebih jauh, semua itu muncul dari cinta yang mendalam dan kasih sayang bagi umat manusia.

Kami, Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah yang sangat dirugikan dengan kejadian ini dan doa kami senantiasa tertuju kepada para korban dan keluarga mereka supaya diberi kesabaran dan ketabahan atas kejadian yang merugikan ini.

Mari kita perjelas, bahwa korban terbesar dari kekejaman ini bukanlah para korban yang telah meninggal tersebut, tetapi wujud mulia yang seharusnya dituntutkan balasnya, Rasulullah saw dan agama yang diturunkan kepada beliau sebagai pesan Allah taala kepada seluruh umat manusia, Agama Islam. Sebuah tragedi yang lebih besar, wujud yang sama yang telah menjadi target utama penghinaan oleh Charlie Hebdo ketika menerbitkan kartun satir. Majalah ini telah melintasi semua batas kesopanan jurnalistik dan melanggar semua nilai-nilai luhur yang merupakan dasar dari kebebasan berbicara.

Kebebasan mutlak tidaklah ada. Semua kebebasan disertai dengan tanggungjawab. Sementara itu dalam motif pembalasan atas tindakan senonoh, pidato kebencian tidak dapat digunakan untuk membenarkan membunuh orang lain. Mereka yang melakukan tindakan keji tersebut harus didekati dengan logika dan contoh teladan Rasulullah saw, bagaimana beliau menjalani hidupnya.
Pemimpin Jamaah Ahmadiyah saat ini secara konsisten telah menunjukkan cara bagi umat Islam tentang bagaimana kehormatan Rasulullah sawa dapat terbalaskan. Cara itu adalah dengan memperlihatkan akhlak mulia beliau dalam cinta damai dan menyanggah segala bentuk pelecehan keji yang dilemparkan kepada beliau oleh orang-orang yang bodoh dan penuh prasangka, dengan logika yang jelas dan contoh pribadi.

Pembunuhan di Paris bukanlah yang pertama, dan sayangnya mungkin bukan yang terakhir, mengingat bahwa ISIS memiliki pendukung yang sangat kuat dari negara-negara berkembang dan kaya baik dari Timur dan Barat. Pemerintahan yang mengobarkan kekerasan sebagai bagian kebijakan luar negeri janganlah berpikir bahwa jin yang sedang dikembangkan di Timur Tengah tidak akan balik memangsa mereka. Jin ini hanya dapat dibasmi dengan menempa pemahaman yang nyata dan mendalam tentang perbedaan agama dan saling menghormati pendiri agama masing-masing dan tidak menggunakannya sebagai alat untuk kemenangan politik. Menanamkan empati  sejati dan toleransi adalah satu-satunya cara dimasa datang, dimana semua ambisi, ekonomi, politik dan sosial harus disiplinkan melalui perendahan diri kepada Tuhan dan cinta pada manusia sebagai sesama ciptaan-Nya.

(Jusman)

Sumber: Themuslimtimes.org

No comments

Powered by Blogger.