Saatnya Untuk Mengetahui Akhlak Sejati Nabi Muhammad saw

Muhammad messenger of peace
By Saima Ahmad | March 5, 2013
Ahmadiyya Times | News Watch | US Desk
Source/Credit: Atlanta Muslim Examiner

Dalam beberapa headline yang lalu seperti "Seorang Perempuan dituduh mendorong seorang seorang pria di depan kereta karena membenci Hindu dan Muslim", "Penembakan di Kuil Sikh di Wisconsin yang menewaskan sekitar 7 orang, termasuk sang penembak" atau "Masjid Missouri hancur Karena kebakaran yang kedua dalam satu bulan" adalah contoh kecenderungan yang mengkhawatirkan yang dilandasi kebencian di Amerika. Sebagian orang mengatakan bahwa ini adalah karena meningkatkan sentimen Islam, imbas dari "ekstremis Islam" yang telah menggangu perdamaian dan merenggut nyawa yang tak berdosa di seluruh dunia. Memang bahwa hal itu tampaknya merupakan salah satu kemungkinan alasan yang ada, tetapi sebuah studi tahun lalu juga menunjukkan bahwa meningkatnya 'Islamophobia' tahun lalu juga bisa dilacak berupa jutaan dolar yang dihabiskan untuk media mainstream oleh beberapa organisasi yang mendukung 'kebencian anti-muslim di Amerika' dalam satu dekade setelah 11 September.

Dalam hal ini bangsa yang beragam dimana satu dari lima memilih untuk memisahkan diri dari agama apapun atau mereka yang memiliki pengetahuan agama yang kurang, ada kebutuhan yang besar bagi orang-orang untuk berhenti dari hidup dalam ketakutan terhadap penduduk yang kurang dari satu persen di negeri ini yang menyebut diri mereka Muslim.

Jamaah Muslim Ahmadiyah USA memberikan kesempatan langka kepada semua keyakinan agama dan etnis untuk mempelajari lebih jauh tentang pendiri Islam Muhammad (saw) dengan menghadiri konferensi yang bertajuk "Muhammad, Messenger of Peace" yang diadakan di 73 cabang Ahmadiyah di Amerika.

Sementara umat Islam meyakini bahwa Nabi Muhammad saw telah diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia (Quran 21:108), Muhammad saw disisi lain masih menjadi seorang pemimpin yang sangat banyak disalahpahami di dunia saat ini. Dalam kata-kata Mahatma Gandhi, "Saya menjadi lebih yakin dari sebelumnya bahwa bukanlah pedang yang memenangkan Islam...Saya semakin bertambah yakin bahkan kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang...kesederhanaannya yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, ketidaktakutannya, keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya."

Tidak ada yang meragukan kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad (saw) atau keinginan mereka untuk menegakkan kehormatannya setiap saat. Namun, kesediaan beberapa orang untuk mengabdikan diri mereka sendiri atau orang lain untuk menanggapi penghinaan sayangnya tidak Islami. Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Mirza Masroor Ahmad menjelaskan bahwa cara yang tepat untuk menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw adalah dengan 'menerapkan praktek ajaran Islam dalam amal sehari-hari". Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa, "adalah sia-sia dengan beraksi dengan cara membakar atau merusak fasilitas-fasilitas... atau membunuh..ejekan tidak akan mempengaruhi kehormatan dan martabat Nabi Muhammad saw."

Dalam dunia modern orang-orang dari agama lain akan biasa-biasa saja tiap kali pendiri agama mereka tidak dihormati, tetapi untuk kepentingan memelihara perdamaian dan untuk mengurangi permusuhan antara orang-orang dari kepercaaan yang berbeda, mengejek, menghina setiap pendiri agama harus dihindari. Hal ini sangat penting karena tindakan tersebut melampaui batas-batas nilai kasih sayang dan kebaikan yang diajarkan oleh semua agama di dunia.

Meskipun sangat penting untuk menggalakkan dialog antar agama dan pendidikan tetapi sama pentingnya bagi umat Islam untuk menghentikan reaksi yang tak rasional setiap kali mereka yang fanatik terhadap agamanya tidak menghormati Rasulullah saw melalui kartun atau film.

Dengan menggelar konferensi untuk menyajikan akhlak sejati Nabi Muhammad saw oleh Ahmadiyah Amerika hal itu merupakan respon yang bersifat mendidik oleh masyarakat untuk membangun jembatan saling memahami.

Kunjungi www.muslimsforpeace/events untuk tahu lebih lanjut tentang upaya ini dan menemukan kegiatan yang terdekat.

Sumber: http://www.examiner.com/article/time-to-get-your-facts-right-about-the-prophet-of-islam?cid=db_articles
Terjemah: Jusman

No comments

Powered by Blogger.